SEARCH HERE

Memuat...

Minggu, 08 Mei 2011

PSAK NO.60 INSTRUMEN KEUANGAN: PENGUNGKAPAN

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan terdiri dari paragraf 1- 45. PSAK 60 dilengkapi dengan Pedoman Implementasi yang bukan merupakan bagian dari PSAK 60. Seluruh paragraf dalam PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 60 harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk
unsur-unsur yang tidak material.

PENDAHULUAN
Tujuan
Tujuan Pernyataan ini adalah mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi:
(a) signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan entitas; dan
(b) jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut.
Prinsip-prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran dan penyajian aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian dan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Ruang Lingkup
Pernyataan ini diterapkan oleh semua entitas untuk semua jenis instrumen keuangan, kecuali:
(a) kepentingan pada entitas anak, entitas asosiasi, dan ventura bersama yang dilaporkan berdasarkan PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, PSAK 15 (revisi 2009) : Investasi pada Entitas Asosiasi atau PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama. Meskipun, dalam beberapa kasus, PSAK 4, PSAK 15 atau PSAK 12 mengijinkan entitas mencatat kepentingan dalam entitas anak, entitas asosiasi, atau ventura bersama menggunakan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran; dalam kasus tersebut entitas menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini. Entitas juga menerapkan Pernyataan ini untuk semua derivatif yang terkait dengan entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama kecuali derivatif yang memenuhi definisi instrumen ekuitas dalam PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian;
(b) hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan programimbalan kerja yang diatur dalam PSAK 24: Imbalan Kerja;
(c) kontrak asuransi sesuai dengan PSAK 28 (revisi 2010): Kontrak Asuransi. Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk derivatif yang melekat pada kontrak asuransi jika PSAK 55 (revisi 2006) mensyaratkan entitas mencatat kontrak asuransi dan derivatif secara terpisah. Selanjutnya, penerbit menerapkan Pernyataan ini untuk kontrak jaminan keuangan jika penerbit menerapkan PSAK 55 (revisi 2006) dalam pengakuan dan pengukuran kontrak tersebut, tetapi menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) jika penerbit memilih untuk menerapkan PSAK 28 (revisi 20!0), sesuai dengan paragraf 4 (d) PSAK 28 (revisi 2010), untuk menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) dalam pengakuan dan pengukurannya.
(d) instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam transaksi pembayaran berbasis saham berdasarkan PSAK 53 (revisi 2010): Pembayaran Berbasis Saham, kecuali Pernyataan ini diterapkan untuk kontrak yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 55 (revisi 2006) paragraf 4 – 6
(e) instrumen yang disyaratkan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan PSAK 50 paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16 04.



Pernyataan ini berlaku untuk instrumen keuangan yang diakui dan yang tidak diakui. Instrumen keuangan yang diakui termasuk aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Instrumen keuangan yang tidak diakui termasuk beberapa instrumen keuangan yang meskipun di luar ruang lingkup PSAK 55 (revisi 2006) namun termasuk dalam ruang lingkup Penyataan ini (seperti beberapa komitmen pinjaman). 05. Pernyataan ini diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan pos non-keuangan dalam ruang lingkup PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (lihat PSAK 55 (revisi 2010) paragraf 4 – 6).

KELOMPOK INSTRUMEN KEUANGAN DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN
Ketika Penyataan ini mensyaratkan pengungkapan berdasarkan kelompok instrumen keuangan, maka entitas mengelompokan instrumen keuangan menjadi kelompok-kelompok
sesuai dengan sifat informasi yang diungkapkan dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut. Entitas menyediakan informasi yang cukup untuk memungkinkan rekonsiliasi terhadap setiap baris pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan.

SIGNIFIKANSI INSTRUMEN KEUANGAN UNTUK POSISI DAN KINERJA KEUANGAN
Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan. Laporan Posisi Keuangan Kategori Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Nilai tercatat untuk setiap kategori berikut, sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, diungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan:
(a) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, menunjukkan secara terpisah:
(i) aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal; dan
(ii) aset keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006).
(b) investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
(c) pinjaman yang diberikan dan piutang;
(d) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, menunjukkan secara terpisah;
(i) liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal; dan
(ii) liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006).
(e) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Aset Keuangan atau Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laporan Laba Rugi
Jika entitas telah menetapkan pinjaman yang diberikan atau piutang (atau kelompok pinjaman yang diberikan atau kelompok piutang) untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, maka entitas mengungkapkan:
(a) eksposur maksimum terhadap risiko kredit (lihat paragraf 38(a)) dari pinjaman yang diberikan atau piutang (atau kelompok pinjaman yang diberikan atau piutang) pada akhir periode pelaporan.
(b) jumlah derivatif kredit yang terkait atau instrumen serupa yang mengurangi eksposur maksimum terhadap risiko kredit tersebut.
(c) jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif, nilai wajar pinjaman yang diberikan atau piutang (atau kelompok pinjaman yang diberikan atau piutang) yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit atas aset keuangan yang ditentukan diantara:
(i) sebagai jumlah perubahan nilai wajar yang tidak dapat diatribusikan pada perubahan-perubahan kondisi pasar yang meningkatkan risiko pasar; atau
(ii) menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas lebih menggambarkan secara jujur jumlah perubahan nilai wajar yang dapat diatribusikan pada perubahanperubahan risiko kredit atas aset. Perubahan-perubahan kondisi pasar yang dapat meningkatkan risiko pasar termasuk perubahan suku bunga yang diobservasi (acuan), harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, atau indeks dari harga atau tarif.
(d) jumlah perubahan nilai wajar dari derivatif kredit yang terkait atau instrumen sejenis yang terjadi selama periode dan secara kumulatif sejak pinjaman yang diberikan atau piutang ditetapkan.

Jika entitas telah menetapkan suatu liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi sesuai PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf 8, maka entitas mengungkapkan:
(a) jumlah perubahan, selama periode dan secara kumulatif, nilai wajar liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit atas liabilitas yang ditentukan diantara:
(i) sebagai jumlah perubahan dalam nilai wajar yang tidak dapat diatribusikan pada perubahan kondisi pasar yang meningkatkan risiko pasar (lihat Lampiran B paragraf B4)
(ii) menggunakan metode alternatif yang diyakini entitas lebih menggambarkan secara jujur  jumlah perubahan dalam nilai wajar yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit atas liabilitas. Perubahan-perubahan kondisi pasar yang dapat meningkatkan risiko pasar termasuk perubahan suku bunga acuan, harga instrumen keuangan entitas lain, harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, atau indeks harga atau tarif. Untuk kontrak yang memiliki fitur unit-link, perubahan kondisi pasar termasuk perubahan kinerja yang terkait dengan dana investasi internal atau eksternal.
(b) perbedaan antara jumlah tercatat liabilitas keuangan dan jumlah yang disyaratkan secara kontraktual bagi entitas untuk membayar pada saat jatuh tempo kepada pemegang kewajiban tersebut.

Entitas mengungkapkan:
(a) metode yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pada paragraf 9(c) dan 10(a).
(b) jika entitas meyakini bahwa pengungkapan yang memenuhi persyaratan pada paragraf 9(c) atau 10(a) tidak menyajikan secara jujur perubahan nilai wajar aset keuangan atau liabilitas keuangan yang dapat diatribusikan pada perubahan risiko kredit, alasan-alasan yang menghasilkan kesimpulan tersebut dan faktor-faktor relevan yang dipercayai entitas.

Reklasifikasi
Jika entitas telah mereklasifikasi aset keuangan (sesuai dengan paragraf 52-55 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran) dengan satu pengukuran:
(a) pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi, dan bukan nilai wajar; atau
(b) pada nilai wajar; dari pada biaya perolehan atau biaya perolehan diamortisasi, maka entitas mengungkapkan jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori dan alasan reklasifikasi

Penghentian-Pengakuan
Entitas mungkin telah mentransfer aset keuangan sedemikian rupa sehingga sebagian atau  semua aset keuangan tidak memenuhi kualifikasi penghentian-pengakuan (lihat paragraf 15-37 PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran). Entitas mengungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan:
(a) jenis aset;
(b) jenis risiko dan manfaat atas kepemilikan yang tetap berada pada entitas;
(c) saat entitas melanjutkan pengakuan seluruh aset jumlah nilai tercatat aset dan liabilitas yang terkait
(d) saat entitas melanjutkan pengakuan aset sejauh keterlibatanberkelanjutannya, total nilai tercatat dari aset awal, jumlah aset dimana entitas melanjutkan pengakuan, dan jumlah tercatat liabilitas yang terkait .

Agunan
Entitas mengungkapkan:
(a) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk liabilitas atau liabilitas kontinjensi, termasuk jumlah yang telah direklasifikasi sesuai dengan paragraf 37(a) PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran;
(b) syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan tersebut.

Ketika entitas memiliki agunan (aset keuangan atau aset nonkeuangan) dan diijinkan untuk  penjual atau menjaminkan kembali tanpa didahului wanprestasi oleh pemilik agunan, maka entitas mengungkapkan:
(a) nilai wajar agunan yang dimiliki;
(b) nilai wajar dari setiap agunan yang dijual atau dijaminkan kembali, dan apakah entitas berkewajiban untuk mengembalikan agunan tersebut; dan
(c) syarat dan kondisi yang terkait dengan penggunaan agunan tersebut.

Penyisihan Kerugian Kredit
Ketika aset keuangan mengalami penurunan nilai karena kerugian kredit dan entitas mencatat penurunan nilai dalam pos terpisah (misalnya pos penyisihan digunakan untuk mencatat penurunan nilai individual atau pos serupa yang digunakan untuk mencatat penurunan nilai kolektif atas aset keuangan) daripada secara langsung mengurangi nilai tercatat
aset keuangan, maka entitas mengungkapkan suatu rekonsiliasi perubahan pada akun tersebut selama periode untuk setiap kelompok aset keuangan.

Instrumen Keuangan Majemuk Dengan Beberapa Derivatif melekat
Jika entitas menerbitkan instrumen yang mengandung komponen liabilitas dan ekuitas (lihat PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian paragraf 31) dan instrumen tersebut memiliki beberapa derivatif melekat yang nilainya saling btergantung satu sama lain (seperti callable convertible debt instrument), maka entitas mengungkapkan keberadaan fitur tersebut.

Wanprestasi dan Pelanggaran
Untuk pinjaman diterima (loan payable) yang diakui pada akhir periode pelaporan, entitas mengungkapkan:
(a) rincian setiap wanprestasi selama periode dari pokok, bunga, dana pelunasan (sinking fund), atau syarat penarikan atas pinjaman diterima tersebut;
(b) jumlah tercatat pinjaman diterima yang mengalami wanprestasi pada akhir periode pelaporan
(c) apakah wanprestasi telah diselesaikan, atau syarat pinjaman diterima telah dinegosiasi ulang, sebelum laporan keuangan secara resmi diterbitkan.

Jika, selama periode, terdapat pelanggaran atas syarat perjanjian pinjaman selain yang diuraikan pada paragraf 18, maka entitas mengungkapkan informasi yang sama seperti yang disyaratkan pada paragraf 18 jika pelanggaran tersebut memungkinkan pemberi pinjaman untuk meminta percepatan pembayaran kembali (kecuali pelanggaran telah diselesaikan, atau syarat pinjaman telah dinegosiasi ulang, pada atau sebelum akhir periode pelaporan).

Laporan Laba Rugi Komprehensif Pos-pos Penghasilan, Beban, Keuntungan atau Kerugian
Entitas mengungkapkan pos penghasilan, beban, keuntungan atau kerugian berikut ini pada laporan laba rugi komprehensif atau catatan atas laporan keuangan:
(a) laba atau rugi neto pada:
(i) aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang menunjukkan secara terpisah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada saat pengakuan awal, dan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai dimiliki untuk
diperdagangkan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran;
(ii) aset keuangan tersedia untuk dijual, yang menunjukkan secara terpisah jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui pada pendapatan komprehensif lain selama periode, dan jumlah yang dipindahkan dari ekuitas ke dalam laporan laba rugi untuk periode tersebut;
(iii) investasi dimiliki hingga jatuh tempo;
(iv) pinjaman yang diberikan dan piutang; dan
(v) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
(b) total pendapatan bunga dan total beban bunga (dihitung dengan menggunakan metode  suku bunga efektif) untuk aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
(c) pendapatan dan beban imbalan (selain jumlah yang termasuk dalam penentuan suku bunga efektif) yang timbul dari:
(i) aset keuangan atau liabilitas keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(ii) aktivitas wali amanat dan aktivitas gadai lainnya yang mengakibatkan kepemilikan atau investasi aset atas nama individu, wali amanat, program manfaat pensiun, dan institusi lain;
(d) pendapatan bunga dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai yang diakru sesuai dengan paragraf PA109 PSAK 55
(e) jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelompok aset keuangan.

Pengungkapan Lain Kebijakan Akuntansi
Sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan paragraf 114, entitas mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi yang signifikan, dasar pengukuran yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk pemahaman suatu laporan keuangan.

Akuntansi Lindung Nilai
Entitas mengungkapkan hal-hal berikut secara terpisah untuk setiap jenis lindung nilai yang diuraikan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (yaitu lindung nilai atas nilai wajar, lindung nilai atas arus kas, dan lindung nilai atas investasi neto pada operasi luar negeri):
(a) uraian setiap jenis lindung nilai;
(b) uraian instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan nilai wajarnya pada akhir periode pelaporan
(c) jenis risiko yang dilindung nilai.
Untuk lindung nilai atas arus kas, entitas mengungkapkan:
(a) periode ketika arus kas diekspektasikan terjadi dan ketika arus kas diekspektasikan mempengaruhi laporan laba rugi;
(b) uraian atas prakiraan transaksi dimana akuntansi lindung nilai sebelumnya telah digunakan, namun tidak lagi diekspektasikan untuk terjadi;
(c) jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif lainselama periode;
(d) jumlah yang dipindahkan dari ekuitas ke dalam laporan laba rugi untuk periode tersebut yang menunjukkan jumlah yang termasuk dalam setiap pos pada pendapatan komprehensif lain
(e) jumlah yang dipindahkan dari ekuitas selama periode dan termasuk dalam biaya perolehan awal atau jumlah tercatat lain dari aset nonkeuangan atau liabilitas nonkeuangan yang perolehan atau terjadinya merupakan suatu prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi yang dilindung nilai.
Entitas mengungkapkan secara terpisah:
(a) dalam lindung nilai atas nilai wajar, keuntungan atau kerugian:
(i) atas instrumen lindung nilai; dan
(ii) atas item yang dilindung nilai yang dapat diatribusikan pada risiko yang dilindung nilai.
(b) ketidakefektifan yang diakui dalam laporan laba rugi yang timbul dari lindung nilai atas arus kas; dan
(c) ketidakefektifan yang diakui dalam laporan laba rugi yang  timbul dari lindung nilai atas investasi neto pada operasi luar negeri.

1 komentar:

  1. ini yang ditulis..yg udh etrcantu smw d PSAK 60 ato msh ada yg lain??klo pengungkpan risiko di PSAK nomer 60 nya kok gk ada keterangannya ya??thanks bwt balesannya

    BalasHapus