SEARCH HERE

Memuat...

Kamis, 16 Desember 2010

SISTEM STANDAR BIAYA


        A. Definisi Sistem Standar Biaya
Sistem standar biaya merupakan suatu sistem akuntansi biaya yang mengolah informasi biaya sedemikian rupa sehingga manajemen dapat mendeteksi kegiatan-kegiatan dalam perusahaan yang biayanya menyimpang dari biaya standar yang ditentukan. Sistem akuntansi biaya ini mencatat biaya yang harus dikeluarkan dan biaya yang sesungguhnya terjadi, dan menyajikan antara biaya standar dan biaya sesungguhnya serta menyajikan analisis penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar.

B.Manfaat sistem biaya standar dalam pengendalian biaya
Sistem biaya standar dirancang untuk mengendalikan biaya. Biaya standar merupakan alat yang penting didalam penilaian pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika biaya standar ditentukan dengan realistis, hal ini akan merangsang pelaksana dalam melaksanakan pekerjaannya dengan efektif, karena pelaksana telah mengetahui bagaimana pekerjaan seharusnya dilaksanakan, dan pada tingkat berapa pekerjaan tersebut seharusnya dilaksanakan.
Sistem biaya standar memberikan pedoman kepada manajemen untuk mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan tertentu sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan pengurangan biaya dengan cara perbaikan metode produksi,pemilihan tenaga kerja dan kegiatan lain.

C. Kelemahan biaya standar
Tingkat keketatan atau kelonggaran standar tidak dapat dihitung dengan tepat. Meskipun telah ditetapkan dengan jelas jenis standar apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, tetapi tidak ada jaminan bahwa standar telah ditetapkan dalam perusahaan secara keseluruhan dengan keketatan atau kelonggaran yang relative sama.
Seringkali standar cenderung untuk menjadi kaku atau tidak fleksibel,meskipun dalam jangka waktu yang pendek. Keadaan produksi selalu mengalami perubahan, sedangkan perbaikan standar jarang sekali dilakukan. Perubahan standar menimbulkan masalah persediaan. Jika standar sering sekali diperbaiki. Hal ini mengakibatkan kurang efektifnya standar tersebut sebagai alat ukur pelaksana. Tetapi jika tidak dilakukan perbaikan standar, padahal telah terjadi perubahan dalam produksi, maka akan terjadi pengukuran pelaksanaan yang tidak tepat dan tidak realistis.

D. Pusat Pertanggungjawaban
Pusat pertanggungjawaban adalah suatu unit organisasi didalam perusahaan yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab. Secara umum kegiatan pusat pertanggungjawaban didalam perusahaan adalah mengolah masukan menjadi keluaran.
Berdasarkan atas masukan dan keluarannya, pusat pertanggungjawaban dibedakan menjadi 4, yaitu:
a.       Pusat biaya (expense center) adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan masukannya.
b.      Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan keluaran.
c.       Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan selisih antara masukan dan keluaran.
d.      Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan perbandingan antara laba yang diperoleh dengan investasi didalam pusat pertanggungjawaban tersebut.

E. Prosedur Penentuan Biaya Standar
Prosedur penentuan biaya standar dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  1. Biaya Bahan Baku Standar
Terdiri dari :
1. Masukan fisik yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah keluaran fisik tertentu atau lebih dikenal dengan nama kuantitas standar
2. Harga per satuan masukan fisik tersebut, atau disebut pula harga standar.

  1. Biaya Tenaga Kerja Standar
Biaya tenaga kerja standar terdiri dari 2 unsur, yaitu :
1.      Jam tenaga kerja standar
Ditentukan dengan cara memperhitungkan kelonggaran waktu untuk istirahat, penundaan kerja yang tidak bisa dihindari (menunggu bahan baku, reparasi dan pemeliharaan mesin) dan faktor-faktor kelelahan kerja. Tdak mungkin seorang pekerja memiliki tingkat kecepatan yang sama dalam setiap menit dalam 7 jam kerja.
2.      Tarif Upah Standar
Ditentukan atas dasar :
a.       Perjanjian dengan organisasi karyawan
b.      Data upah masa lalu
c.       Perhitungan tarif upah dalam keadaan operasi normal

c.   Biaya Overhead Pabrik Standar
Tarif BOP standar dihitung dengan membagi jumlah biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas normal dengan kapasitas normal. Manfaat utama tarif BOP standar ini, yang meliputi unsur BOP variable dan tetap, adalah untuk penentuan harga pokok produk dan perencanaan. Untuk pengendalian BOP sistem standar biaya, perlu dibuat anggaran fleksibel, yaitu anggaran biaya untuk beberapa kisaran kapasitas.

F. Jenis Standar
Standar dapat digolongkan atas dasar tingkat keketatan atau kelonggaran sbb :
*  Standar Teoritis. Asumsi yang mendasari standar teoritis ini adalah bahwa standar merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh para pelaksana. Kebaikan standar ini adalah dapat digunakan dalam jangka waktu yang relative lama. Tetapi pelaksanaan yang sempurna yang dapat dicapai oleh orang atau mesin jarang dapat dipakai sehingga standar ini sering menimbulkan frustasi. Standar ini sekarang jarang digunakan.

*  Rata-rata Biaya Waktu yang Lalu. Ditentukan dengan menghitung rata-rata biaya periode yang telah lampau, standar ini cenderung merupakan standar yang longgar. Rata-rata biaya yang lalu dapat mengandung biaya-biaya yang tidak efisien, yang seharusnya tidak boleh dimasukan sebagai unsur biaya standar.

*  Standar Normal. Didasarkan atas taksiran biaya dimasa yang akan datang dibawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal. Standar normal berguna bagi manajemen dalam perencanaan kegiatan jangka panjang dan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang.

*  Pelaksanaan Terbaik yang Dapat Dicapai (Attainable High Performance). Standar jenis ini banyak digunakan dan merupakan kriteria yang paling baik untuk penilaian pelaksanaan. Standar ini didasarkan pada tingkat pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dengan memperhitungkan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapat dihindari terjadinya.

Sistem akuntansi biaya standar dibagi menjadi 2:
 Metode ganda dan Metode tunggal.
1)      Metode ganda       : Dalam metode ini rekening barang dalam proses dicatat dua macam biaya: biaya sesungguhnya dan biaya standar. Dalam metode ganda, selisih biaya sesungguhnya dari biaya standar dapat ditentukan pada akhir periode akuntansi, karena dalam metode ini selisih dihitung berdasarkan keluaran.
2)      Metode Tunggal    : Dalam metode ini  rekening barang dalam proses dicatat pada satu macam biaya, yaitu biaya standar. Dalam metode ini selisih biaya sesungguhnya dari biaya standar ditentukan sepanjang periode akuntansi, pada saat selisih tersebut terjadi.

G. Analisis Penyimpangan Biaya Sesungguhnya dari Standar Biaya.
Penyimpangan biaya sesungguhnya dari biaya standar disebut dengan selisih (variance). Selisih biaya sesungguhnya dengan biaya standar analisis, dan dari analisis ini diselidiki penyebab terjadinya, untuk kemudian dicari jalan untuk mengatasi terjadinya selisih yang merugikan.
Analisi selisih BBB dan BTKL berbeda dengan analisis selisih BOP. Dalam analisis BBB dan BTKL hanya dikenal dua kapasitas, kapasitas sesungguhnya dan kapasitas standar, sedangkan dalam analisis BOP dikenal dengan tiga kapasitas, kapasitas sesungguhnya, kapasitas standar, kapasitas normal.


Oleh karena itu selisih analisis dibedakan menjadi 2, yaitu:
1.      Analisis selisih Biaya Produksi Langsung.
Ada 3 model:

*  Model satu selisih
Rumus : St = (HSt * KSt) – (HS * KS)
Dimana:
St               = Total selisih
HSt            = Harga Standar
KSt            = Kuantitas Standar
HS             = Harga Sesungguhnya
KS             = Kuantitas Sesungguhnya

*  Model dua selisih
Rumus :     SH = (HSt – HS) * KS           à menghitung Selisih Harga
                  SK = (KSt – KS) * HSt         à menghitung Selisih Kuantitas

*  Model tiga selisih
Rumus :     SH = (HSt – HS) * KSt          à menghitung Selisih Harga
                  SK = (KSt – KS) * HSt         à menghitung Selisih Kuantitas
              SHK = (HSt – HS) * (KSt – KS)à Menghitung selisih gabungan yang merupakan selisih harga/ kuantitas

2.      Analisis selisih BOP
Ada 4 model :
*  Model satu selisih : Dihitung dengan cara mengurangi BOP dengan tarif standar pada kapasitas standar dengan BOP  sesungguhnya.

*  Model dua selisih : Dipecah menjadi 2 macam selisih,1selisih terkendalikan adalah perbedaan biaya overhead sesungguhnya dengan dengan biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas standar; 2selisih volume adalah perbedaan antara biaya overhead yang dianggarkan pada jam standar dengan BOP yang dibebankan kepada produk (kapasitas standar dengan tarif standar)

*  Model tiga selisih : Dihitung dengan tiga macam selisih yaitu 1selisih pengeluaran adalah perbedaan BOP sesungguhnya dengan BOP yang dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya, 2selisih kapasitas adalah perbedaan antara BOP yang dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya dengan BOP yang dibebankan kepada produk pada kapasitas sesungguhnya, 3selisih efisien adalah tarif BOP dikalikan dengan selisih antara kapasitas standar dengan kapasitas sesungguhnya.

*  Model empat selisih : Merupakan perluasan dari model tiga selisih. Dalam model ini, selisih efisiensi dalam model tiga selisih dipecah lebih lanjut menjadi dua selisih yaitu, selisih efisiensi variable dan selisih efisiensi tetap.

Contoh soal :
PT. Sejahtera adalah perusahaan yang memproduksi produk dengan jenis jaket jeans. Perusahaan ini menggunakan sistem biaya standar dalam penentuan harga pokok produknya. Berikut ini disajikan rincian biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi jaket jeans per potongnya :
                  BBB (2 m @ Rp 30.000)                          : Rp 60.000
                  BTKL (5 jam @ Rp 8.000)                       : Rp 40.000
                  BOP Tetap (3 jam @ Rp 3.000)               : Rp  9.000
                  BOP Variabel (3 jam @ Rp 4.000)           : Rp 12.000
Kapasitas standarnya tiap bulan adalah 500 JKL sedangkan kapasitas normalnya 370 JKL. Setelah produksi berjalan diketahui tiap bulannya perusahaan membeli 350 m kain dengan harga @ Rp 25.000, sedangkan BTKL yang dikeluarkan per-JKL nya adalah Rp 9.000 dengan jam kerja langsung sebanyak 550 jam kerja dan kapasitas sesungguhnya adalah 520 jam.
                  Pada bulan ini dihasilkan 150 potong jaket jeans, dan BOP sesungguhnya Rp 3.500.000.

Hitunglah  :
1)      Selisih BBB (direct material variances)
2)      Selisih BTK (direct labor variances)
3)      Selisih BOP (factory overhead variances)
Jawab        :
1)      Selisih BBB
·         Kapasitas Standar       = 150 unit * 2 m/ unit
                                          = 300 m

·         Selisih Harga               = (HSt – HS) * KSt
                                          = (30.000 – 25.000) * 300
                                          = 1.500.000 L

·         Selisih Kuantitas         = (KSt – KS) * HS
                                          = (300 – 350) * 25.000
                                          = 1.250.000 R
2)      Selisih BTK
·         Selisih TK       = (TSt – TS)  * JK sesungguhnya
                              = (8.000 – 9.000) * 550
                              =  550.000 R
·         Selisih Efiensi = (JK standar – JK sesungguhnya) * TSt
                                    = (750 -550) * 8000
                                    = 1.600.000 L

3)      Selisih BOP
Tarif standar          = Tarif tetap + Tarif variable
                              = 3.000 + 4.000
                              = 7.000
·         Selisih anggaran          = (BOP sesungguhnya – ( Kapasitas normal * total                                biaya tetap) + (kapasitas sesungguhnya * total                                     biaya variable)
                                          = 3.500.000 – {(400*3000) + (520*4000)}
                                          = 3.500.000 – 3.280.000
                                          = 220.000 L
·         Selisih kapasitas          = (KN – KS) * total biaya tetap
                                          = (400 – 520) * 3000
                                          = 360.000 R
·         Selisih efisiensi            = (KS – KSt) *TSt
                                          = (520 – 500) * 7000
                                          = 140.000 L

JURNAL
*  Metode Full Costing
             I.      Pencatatan BBB
BDP – BBB                   xxx
   Pers. Bahan baku        xxx

          II.      Pencatatan BTKL
BDP – BTKL                 xxx
   Gaji & upah                 xxx

       III.      Pencatatan BOP
BOP sesungguhnya        xxx
   Rek. Yg dikredit         xxx
(BOP sesungguhnya terjadi)

BDP – BOP                   xxx
   BOP sesungguhnya     xxx
(pembebanan BOP sesungguhnya ke rekening BDP)

       IV.      Pencatatan HP produk jadi
Pers. Produk jadi            xxx
BDP – BBB                xxx
BDP – BTK                xxx
BDP – BOP                xxx

*  Metode Variable Costing

             I.      Pencatatan BBB
BDP – BBB                   xxx
   Pers. Bhn Baku           xxx
   Selisih efisiensi BBB  xxx

          II.      Pencatatan BTKL
BDP – BTKL                 xxx
Selisih efisiensi upah      xxx
            Selisih tarif upah         xxx
            Gaji & upah                 xxx

       III.      Pencatatan BOP
BOP variable ssngghny  xxx
BOP tetap ssngghny      xxx
   BOP ssngghny                        xxx

       IV.      Pencatatan HP produk jadi
Pers. Produk jadi            xxx
BDP – BBB                xxx
BDP – BTK                xxx
BDP – BOP variabel   xxx

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar