SEARCH HERE

Memuat...

Rabu, 12 Mei 2010

Leasing



Leasing atau Sewa guna usaha adalah perjanjian antara lessor (perusahaan leasing) dengan lessee (nasabah) dimana pihak lessor menyediakan barang dengan hak penggunaan oleh lessee dengan imbalan pembayaran sewa untuk jangka waktu tertentu.

Menurut keputusan Menteri Keuangan No. 1169/KMK.01/1991, Sewa guna usaha (Leasing) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Selanjutnya yang dimaksud dengan finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha dimana lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati. Sebaliknya operating lease tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha.

·    Pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberian fasilitas leasing adalah sebagai berikut :
1.      Lessor merupakan perusahaan leasing yang membiayai keinginan para nasabahnya untuk memperoleh barang-barang modal.
2.      Lessee merupakan nasabah yang mengajukan permohonan leasing kepada lessor untuk memperoleh barang modal yang diinginkan.
3.      Supplier adalah pedagang yang menyediakan barang yang akan dileasing sesuai perjanjian antar lessor dengan lessee dan dalam hal ini supplier juga bisa bertindak sebagai lessor.
4.      Asuransi merupakan perusahaan yang akan menanggung resiko terhadap perjanjian antara lessor dan lessee. Dalam hal ini lessee dikenakan biaya asuransi dan apabila terjadi sesuatu, maka perusahaan akan menanggung resiko sebesar sesuai dengan perjanjian terhadapa barang yang dileasingkan.

·    Kegiatan leasing
1.      Finance Lease melakukan sewa guna usaha dengan hak opsi bagi lessee.
Dalam praktiknya transaksi finance lease dibagi menjadi 2 bentuk, yaitu:
a.       Direct Finance Lease (True Lease)
à Dalam transaksi ini pihak lessor membeli barang modal atas permintaan lessee dan sekaligus menyewagunakan barang tersebut kepada lessee. Lessee dapat menentukan spesifikasi barang yang diinginkan termasuk penentuan harga dan suppliernya. Proses pembelian yang dilakukan oleh lessor hanyalah untuk memenuhi kebutuhan pihak lessee.

b.      Sales and Lease Back
à Proses ini dilakukan dimana pihak lessee menjual barang modalnya kepada lessoruntuk dilakukan kontrak sewa guna usaha atas barang tersebut antara lessee dengan lessor. Metode ini biasa digunakan menambah modal kerja pihak lessee

2.      Operating Lease melakukan sewa guna  usaha tanpa hak opsi bagi pihak lessee.

·    Jenis-jenis perusahaan leasing
1.      Independent Leasing
àMerupakan perusahaan leasing yang berdiri sendiri dapat sekaligus sebagai supplier atau membeli barang – barang modal dari supplier lain untuk dileasekan

2.      Captive Lessor
à Produsen atau supplier mendirikan perusahaan leasing dan yang mereka leasekan adalah barang milik mereka sendiri. Tujuannya untuk meningkatkan penjualan sehingga mengurangi penumpukan barang digudang atau di toko.

3.      Lease Broker
à Jenis ini kerjanya hanya mempertemukan keinginan lessee untuk memperoleh barang modal kepada pihak lessor untuk dileasekan. Lease broker hanya sebagai perantara antara lessor dan lessee.

·    Perjanjian leasing
Perjanjian antara lessor dan lessee disebut ”lease agreement”, dimana didalam perjanjian tersebut memuat kontrak antara kedua belah pihak.
Isi kontrak yang dibuat secara umum memuat antara lain :
1.      Nama dan alamat lessee
2.      Jenis barang modal yang diinginkan
3.      Jumlah atau nilai barang yang dileasingkan
4.      Syarat-syarat pembayaran
5.      Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lainnya
6.      Biaya-biaya yang dikenakan
7.      Sanksi-sanksi apabila lessee mangkir
8.      dan lain-lainnya

·    Biaya-biaya yang dikeluarkan
Adapun biaya-biaya yang dibebankan kepada lessee biasanya terdiri dari :
1.      Biaya administrasi yang besarnya dihitung per tahun
2.      Biaya materai untuk perjanjian
3.      Biaya bunga terhadap barang yang dileasekan
4.      Premi asuransi yang disetorkan kepada pihak asuransi.

Biaya-biaya diatas, perolehan biaya bunga merupakan yang terbesar segingga keuntungan yang diperolehpun terbesar dari bunga yang dibebankan kepad para lessee tersebut.

·    Prosedur permohonan leasing
Prosedur permohonan fasilitas leasing oleh lessee kepada lessor secara umum sebagai berikut :
1.      Pihak lesseemengajukan permohonan untuk memperoleh fasilitas barang modal baik secara lisan maupun tertulis
2.      Pihak lessor akan meneliti maksud dan tujuan permohonan lessee
3.      Jika dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, maka pihak lessor memberika informasi tentang persyaratan dalam perjanjian kontrak antara lessee dan lessor termasuk hak dan kewajiban masing masing
4.      Pihak lessor akan mengadakan penelitian dan analisis terhadap informasi dan data yang diberikan lesse dengan cara :
a.       Penelitian data untuk mengukur kemampuan dan kemauan lessee membayar kembali. Dapat dilakukan dengan 5C (character, capacity, capital, condition dan colleteral)
b.      Meneliti langsung kelokasi lessee berada
c.       Meneliti kelokasi dimana lessee punya hubungan
5.      Pihak lessor menarik kesimpulan apakah permohonan lessee diterima atau ditolak berdasarkan penelitian sebelumnya
6.      Jika permohonan lessee diterima, maka pihak lessor akan mengadakan pertemuan lebih lanjut
7.      Pihak lesse membeyar sejumlah kewajibanyya dan menandatangani surat perjanjian antara lessee dan lessor
8.      Pihak lessor melakukan pemesanan kepada supplier sesuai dengan barang modal yang diinginkan lessee
9.      Pihak lessor juga menhubungi pihak asuransi untuk membayar premi yang sudah disetor oleh lessee
10.  Supplier mengirmkan barang dan surat bukti pembayaran yang telah dibayarkan oleh pihak lessor.
11.  Pihak lessor mengirmkan polis asuransi kepada lessee.

·    Sanksi-sanksi
Sanksi yang diberikan biasanya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati, antara lain:
1.      Berupa teguran lisan supaya segera melunasi
2.      Jika tidak digubris, maka diberikan teguran secara tertulis
3.      Dikenakan denda sesuai dengan perjanjian
4.      Penyitaan barang yang dipegang oleh lessee.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar